Mengenal Akad Jual Beli

22 11 2008


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Arial Narrow”; panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:595.45pt 841.7pt; margin:1.0in 89.85pt 1.0in 89.85pt; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-gutter-margin:5.65pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}

Bentuk-bentuk akad jual beli yang telah dibahas para ulama dalam fiqh mu’amalah Islam terbilang sangat banyak. Namun terdapat beberapa akad – dalam pembahasan kali ini adalah yang bersifat non-syirkah/non-perseroan – yang menjadi sandaran pokok dalam menghukumi berbagai transaksi yang syar’i dan mubah dilakukan oleh seluruh mu’minin, diantaranya adalah:

A. Bai’ al-Murabahah (Deferred Payment Sale) : Yaitu jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam akad ini si penjual haruslah memberi tahu harga produk yang ia beli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahannya. Dapat pula dilakukan untuk pembelian secara pemesanan dan biasa disebut sebagai murabahah kepada pemesan pembelian (KPP) / Deferred Payment Sale on the person who orders [Imam Syafi’I dalam kitab al-Umm menyebutnya dengan al-aamir bisy-syira].

B. Bai’ as-Salam (In-front Payment Sale) : Secara sederhana berarti pembelian barang yang diserahkan kemudian hari, sedangkan pembayaran dilakukan di muka. Dasarnya adalah riwayat Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW datang ke Madinah dimana penduduknya melakukan salam dalam buah-buahan dalam jangka waktu satu, dua, dan tiga tahun. Beliau kemudian bersabda: ”Barang siapa melakukan salam, hendaklah ia melakukan dengan takaran yang jelas dan timbangan yang jelas pula, untuk jangka waktu yang diketahui.”

C. Bai’ al-Istishna’ (Purchase by Order or Manufacture) : Merupakan kontrak penjualan antara pembeli dan pembuat barang. Dalam kontrak ini, pembuat barang menerima pesanan dari pembeli. Pembuat barang lalu berusaha melalui orang lain untuk membuat atau membeli barang menurut spesifikasi yang telah disepakati dan menjualnya kepada pembeli akhir. Kedua belah pihak bersepakat atas harga serta sistem pembayaran: apakah dibayar dimuka, melalui cicilan, atau ditangguhkan. Menurut jumhur fuqaha, bai’ al-istishna merupakan suatu jenis khusus dari akad bai’ as-salam yang umum dipergunakan dalam manufaktur, dengan demikian, ketentuan istishna’ mengikuti ketentuan dan aturan akad bai’ as-salam. Menurut Mazhab Hanafi, akad ini dilarang karena bertentangan dengan semangat bai’ secara qiyas akibat pokok kontrak penjual belum ada, tetapi pada akhirnya mereka menyetujui kontrak ini atas dasar istishan. Sebagian fuqaha kontemporer berpendapat bahwa ini adalah sah karena itu memang jual beli biasa dan si penjual akan mampu mengadakan barang pada saat penyerahan. Kemungkinan perselisihan atas jenis dan kualitas barang pun dapat diminimalkan dengan pencantuman spesifikasi dan ukuran-ukuran serta bahan-bahan material pembuatan barang tersebut.

D. Al-Ijarah (Operational and Financial Lease) : Merupakan akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti perpindahan kepemilikan (ownership/milkiyyah) atas barang atau jasa itu sendiri. Dalilnya adalah: ”dan jikalau anakmu ingin disusukan oleh orang lain, tidak dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut..” (Q.S. 2: 233) ”dari Umar RA bahwa Rasulullah bersabda: ”Berikanlah upah pekerja sebelum keringatnya kering” HR Ibnu Majah.

Ijarah al-Muntahia bit-Tamlik (IMB) adalah akad sewa yang diakhiri oleh kepemilikan barang di tangan penyewa. Sifat pemindahan inilah yang membedakannya dengan ijarah biasa.

E. Al-Wakalah (Deputyship) : Adalah pelimpahan kekuasaan oleh seseorang kepada orang lain dalam hal-hal yang diwakilkan. Dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah telah mewakilkan kepada orang lain untuk berbagai urusan: membayar utang, mewakilkan penetapan had dan pembayarannya, pengurusan unta, dan sebagainya. Ketentuannya mengikuti aturan al-ijarah untuk jasa.

F. Al-Kafalah (Guarantee) : Merupakan jaminan yang diberikan oleh penanggung (kafil) kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung. Juga berarti mengalihkan tanggung jawab seseorang yang dijamin dengan berpegang teguh pada tanggung jawab orang lain sebagai penjamin. Landasannya adalah: ”Dan penyeru-penyeru itu berseru: ’Kami kehilangan piala raja dan barangsiapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh makanan seberat beban unta dan aku menjamin terhadapnya.” (Q.S. Yusuf: 72). Jenis-jenisnya antara lain:

1. Kafalah bin-Nafs, yaitu akad memberi jaminan atas diri (personal guarantee)

2. Kafalah bil-Mal, yaitu jaminan pembayaran barang atau pelunasan piutang

3. Kafalah bit-Taslim, akad untuk menjamin pengembalian atas barang yang disewa, pada waktu masa sewa berakhir

4. Kafalah al-Munjazah, yaitu jaminan mutlak yang tidak dibatasi oleh jangka waktu dan untuk kepentingan tertentu

5. Kafalah al-Mu’allaqah, yaitu penyederhanaan dari kafalah al-munjazah.

G. Al-Hawalah (Transfer Service) : Adalah pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya, atau merupakan pemindahan beban utang dari muhil (orang yang berutang) menjadi tanggungan muhal ’alaih atau orang yang berkewajiban membayar utang. Landasannya adalah: dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: ”Menunda pembayaran bagi orang yang mampu adalah suatu kezaliman. Dan jika salah seorang dari kamu dihawalahkan kepada orang yang mampu/kaya, terimalah hawalah itu.” Menurut ijma ulama, hawalah dibolehkan pada utang yang tidak berbentuk barang atau benda karena hawalah adalah perpindahan utang. Oleh karena itu, harus ada utang atau kewajiban finansial.

H. Ar-Rahn (Mortgage) : Adalah menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. Barang yang ditahan tersebut memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, pihak yang menahan memperoleh jaminan untuk dapat mengambil kembali seluruh atau sebagian piutangnya, sederhananya, ar-rahn adalah jaminan utang atau gadai. Landasannya adalah hadits: ”Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah membeli makanan dari seorang Yahudi dan menjaminkan padanya baju besi.” (HR Bukhari). Ar-rahn dapat dijadikan sebagai penyerta dalam akad murabahah, namun dapat pula sebagai aqad yang mandiri. Bedanya dengan pegadaian konvensional, dalam rahn, peminjam tidak dikenakan bunga, yang dipungut dari peminjam adalah biaya penitipan, pemeliharaan, penjagaan, serta penaksiran. Perbedaan biaya antara gadai biasa dan rahn adalah dari sifat bunga yang bisa berakumulasi dan berlipat ganda, sedangkan biaya rahn hanyalah sekali dan dibayar di muka.

I. Al-Qardh (Soft and Benevolent Loan) : Adalah pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali atau dengan kata lain meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan. Dalam fiqh klasik, qardh dikategorikan dalam aqad tathawwui atau akad saling membantu dan bukan transaksi komersial. Dasarnya adalah hadits: Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Nabi SAW berkata: “Bukan seorang muslim mereka yang meminjamkan muslim lainnya dua kali kecuali yang satunya adalah senilai sedekah”(HR Ibnu Majah)

Referensi: Islamic Banking, dari Teori ke Praktik karya Muh. Syafi’i Antonio.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: