Gol yang Nggak Bikin Bobol

29 06 2008

Siapa sih yang nggak suka sepakbola. Sepakbola bagaikan sebuah magnet yang memiliki kekuatan daya tarik luar biasa. Tanpa pandang bulu dia bisa menarik siapa saja. Tak peduli pria atau wanita, kaya atau miskin, muda atau tua semuanya terkena magis sepakbola. Sepakbola begitu menarik dan menyenangkan. Di dalamnya begitu banyak drama yang sudah terlewat. Masih ingat peristiwa di final Piala Dunia 2006 Jerman kemarin dimana seorang pemain sekelas Zidane menanduk seorang pemain Italia hingga si pemain terjungkal. Peristiwa itu akan selalu tertanam di hati pecinta sepakbola sebagai salah satu final yang dramatis.

Dan tahun in,i kita semua baru saja kembali dimanjakan dengan aksi-aksi seru bintang-bintang lapangan tanah. Eropa. Yup, EURO 2008 segera berlangsung Sobat Berdzie.

Kembali lagi ke soal magis sepakbola. Sepakbola memang memberikan banyak pengaruh bagi yang menyukainya. Banyak hal ekstrim tentang sepakbola. Sebagai contoh, masih ingatkah sobat Berdzie dengan sosok Andreas Escobar yang tewas di bunuh oleh seorang suporter lantaran mencetak gol ke gawang sendiri di Piala Dunia 1994? (Ih, serem…) Atau nggak usah jauh-jauh, di negara kita saja banyak. Masih ingat juga kerusuhan di Stadion Brawijaya, Kediri oleh Suporter Arema Malang atau sering disebut Aremania? Kerusuhan yang berakibat rusaknya stadion, rumah penduduk serta hukuman bagi Aremania. Hal ekstrim lainnya adalah begadang untuk nonton Sepakbola di TV terus sampai jatuh sakit, ketinggalan shalat atau bahkan nggak shalat (Ayo, ngaku siapa yang sering… he.he..). Terus ada juga pihak-pihak yang menjadikan sepakbola sebagai ajang untuk taruhan. Nau’dzubillah,,

Segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik termasuk dengan sepakbola (kecuali berbuat kebaikan ya. He.he..). Senang dengan sepakbola boleh-boleh saja asal jangan fanatik dan berlebihan. Fanatik disini adalah dengan meniru habis gaya pemainnya dan menghamburkan uang untuk membeli poster pemain serta tim kesayangan. Sayang kan duitnya untuk membeli barang yang hanya ditempel di dinding kamar?! Akan lebih bermanfaat jika duit tersebut kita infakkan untuk pembangunan mesjid di kampung atau memberikannya kepada orang yang tidak mampu.

Sebenarnya ada hal positif yang dapat kita ambil dari olahraga ini. Sepakbola mengajarkan kita nilai-nilai sportifitas. Sportif bila tim kita mengalami kekalahan, tidak usah sampai berbuat kerusuhan segala. Terus sepakbola juga mengajarkan nilai-nilai kerjasama. Kita lihat selalu bagaimana anggota tim yang satu dengan yang lain saling bekerjasama untuk mencetak gol ke gawan lawan. Filosofinya adalah bahwa kita ini adalah makhluk sosial yang selalu berhubungan dengan yang lain sehingga kita diharuskan saling bekerjasama.

Sayangnya nilai-nilai positif itu selalu dikesampingkan oleh para penggemar bola. Dan tetap kefanatikan menjadi nomor satu. Oleh karena itu kita wajib mengatur diri kita agar tidak sampai fanatik. Ingat, suka sepakbola boleh tapi jangan berlebihan. Jangan sampai gara-gara sepakbola kita menunda shalat atau bahkan nggak shalat. Nggak susah kan meninggalkan televise sejenak untuk shalat? Toh, pertandingan sepakbola juga nggak selesai dalam 5 menit. Mengidolakan bintang sepakbola juga boleh tapi ambil yang positif dari sang idola. Contohnya kegigihannya untuk terus berprestasi dan rasa sportifnya, dan bukan gaya rambut serta pakaiannya.

So, buat Sobat Berdzie yang sudah menikmati tayangan EURO 2008 ataupun turnamen serta kompetisi yang lain Berdzikir mau kasih tips nih buat Sobat Berdzie semua. Pertama, kalau hendak menyaksikan pertandingan tengah malam, lebih baik habis shalat Isya tidur dulu, lalu pasang weker. Jadi sebelum nonton bisa tahajjud dulu (keren khan gaya nonton sepakbola kayak gini. He.he..). Ini tentu akan lebih baik daripada minum kopi banyak-banyak, terus besoknya mata merah, badan lemah, lesu, loyo, dan letih sampai tidur seharian meninggalkan shalat. Kedua, mengatur diri sendiri. Dalam hal ini, kita harus berusaha memendam nafsu kita. Jangan mentang-mentang EURO, Piala Dunia, atau event olahraga yang besar yang terjadi sekali tiap empat tahun dibela-belain nonton hampir tiap malam. Tonton saja tim yang disukai. Ketiga, sekali lagi ingat segala yang berlebihan itu nggak baik. Jadi, harus proporsional. Keempat, sepakbola jangan dijadikan ajang taruhan untuk cari uang “sampingan” ya..

So, jaga gawangmu jangan sampai bobol!!!

(Fad Al-Binjainy)

* Tips dikutip dari Annida No.9/XV/15 Mei-15Juni 2006




Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: