Afwan Akh, Ane Telat…

29 06 2008

Aku tak perduli lagi dengan apa yang ada di depanku. Aku terus berlari. Aku sudah kalut. Lagi-lagi aku telat untuk hadir di Syuro’ FSI hari ini. Padahal syuro’ hari ini membahas acara PDAI bagi mahasiswa baru. Sebuah acara tahunan yang sudah menjadi tradisi di kampus ini. Dan aku menjadi koordinator perlengkapan dan logistik di acara tahunan itu. Bisa dibayangkan bagaimana jalannya syuro’ tanpa dihadiri olehku yang menjadi koordinator bidang yang penting bagi kelancaraan acara itu.

Entah sudah berapa kali aku telat. Mungkin tak terhitung jumlahnya. Mulai dari alasan yang bisa diterima dengan akal sehat seperti bentrok dengan jam kuliah sampai dengan alasan yang terkesan mengada-ada seperti kembali ke kos untuk mengangkat jemuran karena langit mendung. Dan kali ini aku terlambat karena ketiduran di perpustakaan. Aku bisa membayangkan bagaimana wajah rekan-rekan sewaktu syuro’ nanti. Belum lagi komentar-komentar yang akan membuat mukaku merah padam dan dengan terpaksa aku akan menundukkan wajahku selama syuro’ nanti saking malunya.

Akhi, Perpus itu bukan tempat untuk tidur !” Aku sudah bisa membayangkan kalimat itulah yang akan keluar dari mulut mereka nanti. Ditambah lagi dengan komentar sindiran yang selama ini melekat erat di tubuhku, “ Afwan Akh, Ane telat..”. Komentar sindiran itu muncul karena setiap kali aku telat aku selalu mengeluarkan kalimat itu kepada pimpinan syuro’. Sebuah kalimat yang sangat umum jika seseorang merasa bersalah karena telat. Tapi bagiku itu sudah menjadi kebiasaan dan senjata bagiku hingga kalimat itu identik dengan diriku. Bahkan pernah suatu kali saat aku datang tepat waktu, dan saat itu wajahku ceria sekali, seorang rekanku dengan bercanda mengatakan “ Sebelum kita mulai syuro kali ini, marilah kita buka dulu dengan do’a pembukaan syuro’, yaitu “Afwan Akh, Ane telat..”. Sontak aku terdiam menundukkan kepalaku karena malu. Beberapa rekanku ada yang tersenyum dan sebagian lagi dengan wajah tegas seperti marah dan tidak senang dengan candaan rekanku itu.

Dan hari ini aku telat lagi. Kalimat ‘Afwan Akh, Ana telat’ akan kembali bergaung di ruangan syuro’. Aku terus berlari dan hampir menabrak sekelompok mahasiswa. Aku mengenal kelompok mahasiswa itu. Mereka adalah The Pinky Girls yang dikenal sebagai sekumpulan mahasiswa yang suka menggunakan pakaian hingga atribut-atribut berwarna pink. Mereka juga dikenal sebagai kelompok mahasiswa yang terkenal bawel dan cerewet. Dan aku bisa membayangkan bagaimana jadinya diriku jika tadi aku benar-benar bertabrakan dengan mereka. Mereka semua pasti akan menyerangku dengan omelan-omelan yang akan membuat telingaku pecah. Dan aku akan sangat tertekan jika itu terjadi. Sudah pasti telat hadir di syuro’ PDAI ditambah lagi dengan omelan-omelan maut The Pinky Girls.

Aku teringat kejadian yang menimpa Andi, teman sekelasku, yang berkaitan dengan The Pinky Girls. Saat itu Andi juga mengalami hal yang sama seperti aku, telat. Karena buru-buru dia tidak sadar telah menabrak salah seorang anggota The Pinky Girls dan Andi terus berlari tanpa memperdulikan dan mengetahui siapa yang ditabraknya. Hingga suatu saat ketika Andi makan siang dia langsung dilabrak oleh seluruh anggota The Pinky Girls di kantin. Bisa dibayangkan lima buah mulut saling bersahutan satu-sama lain di dua telinga milik Andi. Dia seperti orang linglung waktu itu. Dan betapa sangat malu dirinya karena kejadian tersebut terjadi di kantin dan ketika jam makan siang dimana banyak mahasiswa lalu-lalang disitu.

Aku menghentikan lariku dan kini mulai berjalan santai ketika sampai di Gedung Student Center. Ruang syuro’ berada di lantai 2 tepatnya di Sekretariat FSI. Hatiku berdegup kencang dan mulai mengacau. Aku sudah membayangkan wajah sinis rekan-rekan nanti. Dan aku harus siap dengan komentar-komentar mereka dan lagi-lagi aku harus mengeluarkan jurus saktiku “Afwan Akh, Ane telat…”. Perlahan demi perlahan aku melangkahkan kakiku menaiki tangga Gedung Student Center. Hatiku terus mengacau. Aku mulai menata hatiku untuk siap dengan kejadian yang akan aku hadapi nanti di ruang syuro’. Semakin kulangkahkan kakiku semakin bertambah pula degupan jantungku. Semakin mengacau hatiku dan semakin kuat hatiku untuk siap menerima segala konsekuensi karena kebiasaanku ini.

Sekretariat FSI masih 10 meter lagi. Tapi aku merasa dia sudah ada di depanku dan aku tinggal mengetuk pintunya saja. Kumantapkan hatiku dan kulangkahkan kakiku menuju ruang syuro’ yang tinggal 10 meter itu. Bismillahirahmanirrahiim. Kuucapkan kalimat basmalah dan kuserahkan semuanya pada Allah saat aku semakin dekat dengan ruang syuro’.

Namun alangkah terkejutnya aku ketika kudapati ruang syuro’ telah kosong. Aku berpikir syuro’ pastilah sudah usai sehingga ruangan sudah kosong. Aku menyesal datang terlambat. Namun penyesalan sepertinya tiada guna bagiku karena aku sudah berulang kali telat. Aku sudah mengecewakan banyak orang. Aku sudah mempermainkan amanat yang akan aku pertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah karena semua keterlambatanku setiap kali syuro’. Aku menitikkan air mata dan beristighfar. Memohon ampunan Allah. Aku lalu terduduk sambil menundukkan kepalaku.

“ Assalamu’alaikum Akh, Afwan Ane telat..”

Suara itu membuat aku kaget dan kembali kutegakkan kepalaku. Rekanku itu sepertinya heran melihat wajahku yang basah dan sendu. Aku menangkap keheranannya itu dari wajahnya. Aku lalu mengusap wajahku dengan sapu tangan yang dari tadi ada di tanganku.

“ Rapat hari ini diundur dari jadwal semula Akhi. Semuanya lagi ada kuliah tambahan dari dosen. Afwan, Ane lupa memberitahu antum. Ane tadi tertidur di Kos. “

Aku lalu tersenyum mendengar penjelasan rekanku itu. Subhanallah ya Allah. Mulai hari ini aku ikrarkan tidak aka nada lagi kalimat “Afwan Akh, Ane telat….” yang akan keluar dari mulutku. (Fad Al-Binjainy)


Actions

Information

2 responses

9 12 2009
D'siLver Arrows

oh yang ini….

9 12 2009
D'siLver Arrows

blon saya baca coz lagi ngantuk

hooohhooohoho

^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: