Aslm.
Yakkk…
sekarang MI udah makin gaoul.. dan punya facebook sendiri…
==>Bagi Ilumi yang belom di add…. langsung search aj.. namanya MiFsi FEUI..
==>Bagi yang udah di add.. curuan di confirm ya
Wslm.
Aslm.
Yakkk…
sekarang MI udah makin gaoul.. dan punya facebook sendiri…
==>Bagi Ilumi yang belom di add…. langsung search aj.. namanya MiFsi FEUI..
==>Bagi yang udah di add.. curuan di confirm ya
Wslm.
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:1081952887; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1632907450 1208549391 1208549401 1208549403 1208549391 1208549401 1208549403 1208549391 1208549401 1208549403;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l1 {mso-list-id:1189489527; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-96311870 954614382 1208549401 1208549403 1208549391 1208549401 1208549403 1208549391 1208549401 1208549403;} @list l1:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:.75in; text-indent:-.25in;} @list l2 {mso-list-id:1970428873; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-384152788 -1276371672 1208549401 1208549403 1208549391 1208549401 1208549403 1208549391 1208549401 1208549403;} @list l2:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:.75in; text-indent:-.25in;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}
1. Asalamualaikum! Senangnya rasanya bisa curhat langsung dengan Ustadz Arifin. Begini ceritanya, saya berkenalan dengan seorang gadis di kampus yang ternyata bisa menarik perhatian saya. Mengapa saya bisa tertarik dengannya? Saya tertarik dengannya karena kami memiliki kesamaan dalam hal mendukung TimNas Jerman di turnamen Euro 2008 yang lalu. Selain itu, komunikasi saya di luar obrolan tentang Timnas Jerman juga berjalan lancar. Saya ingin bertanya, bagaimana menyikapi perasaan tertarik kepada lawan jenis ini dengan bijak? Saya tahu apabila ketertarikan ini dilanjutkan akan menuju PDKT (pendekatan). Apakah PDKT itu menjadi salah? Oh ya… Saya ingin menambahkan, sebagai seorang muslim yang baik dan tetap ingin istikomah (Amin!) bagaimana mengelola diri saya dalam kondisi di atas tersebut? Jzk.
Ikhwan yang budiman, di dalam Islam adalah fitrah bagi makhluk Allah untuk saling menyukai. Ketertarikan itu adalah fitrah manusia. Hanya saja kita perlu berhati-hati dalam memiliki ketertarikan terhadap seseorang. Salah-salah bisa menjadi penyakit hati dan membawa kita kearah yang tidak diridhoi Allah. Hindarilah berdua-duaan dan yang terpenting hindarilah kata-kata cinta, kalau memang ikhwan belum atau tidak menikahinya. Daripada demikian, lebih baik menjalin persahabatan. Persahabatan itu lebih indah dan lebih baik.
Ikhwan, kita sebagai makhluk Allah tentu harus mengikuti syariat Allah. Pendekatan yang disyariatkan Islam adalah taaruf. Taaruf untuk menikah. Dahulu, ada seorang pemuda tampan di jaman Nabi Muhammad SAW. Nabi bertanya kepadanya, ”apakah ikhwan sudah menikah?”. ”Belum ya Nabi”, jawab laki-laki itu. Nabi pun menimpali, ”kamu ini pendeta atau setan? Hanya pendeta atau setan yang tidak menikah”. Pemuda itu hanya tercengang. Dan suatu hari, pemuda itu mendatangi Nabi dan berkata, ”ya Nabi, aku mau menikah, maukah Nabi menikahkan aku dengan siapa saja, tanpa melihat pun aku bersedia”. Nabi hanya menjawab, ”baiklah, tetapi kamu harus melihatnya dulu. Dua bagian yang dibolehkan, tangan dan wajahnya. Dan kamu memiliki 4 alasan untuk menikahi seseorang. Bisa karena kecantikannya, hartanya, keturunan yang baik, dan agamanya. Utamakanlah karena agamanya. Maka kau akan selamat”.
Jika ikhwan mendapatkan kecantikannya, hartanya, dan dia berasal dari keturunan yang baik maka ibarat ikhwan mendapat surga yang dilempar ke dunia. Maka ikhwan, percepatlah menikah agar selamat dari fitnah dunia, menjaga hati, serta memperoleh keberkahan dunia dan akhirat.
Agar kita dapat tetap istikomah ada banyak hal yang bisa kita lakukan, diantaranya kita harus
1. Berazzam untuk mendekatkan diri kepada Allah
2. Persering berdzikir, meningat Allah
3. Biasakan duduk di majelis ilmu
4. Amalkan ilmu-ilmu yang dimiliki
5. Shalat berjamaah di masjid
6. Dirikan shalat tahajud
7. Jagalah wudhu
8. Bergaul dengan si soleh
2. Pak ust, saya punya beberapa pertanyaan:
1. Bagaimana sih rasanya mati itu?
Wah, Ust belum pernah tuh merasakan mati. Tapi, ingatlah bahwa semua makhluk di dunia ini akan menghadapi sakaratul maut dan kemudian mati. Sakaratul maut itu seperti mabok mati, situasi yang luar biasa berat untuk dijalani. Seseorang yang sedang sakaratul maut berarti dia sedang keluar dari alam dunia, ruhnya diangkat dan setelah itu dia bisa melihat alam ghaib yang tidak bisa dilihat oleh manusia yang masih hidup. Di saat nyawa telah sampai di kerongkongan ini dia hanya akan ingat pada apapun yang amat dia cintai. Kalau dia mencintai seseorang, maka seseorang tersebut yang dia ingat. Kalau dia mencintai hartanya, maka hartanyalah yang dia ingat. Tetapi kalau dia mencintai Allah tentu hanya Allah-lah yang dia ingat. Sebaik-baiknya mati adalah yang mengingat Allah dan melafalkan dua kalimat syahadat. Mudah-mudahan khusnul khatimah adalah matinya kita. Amin!!
2. Bagaimana kita mengetahui kalau si fulan adalah jodoh kita atau bukan?
Jodoh itu ada dua. Jodoh dunia dan jodoh akhirat. Jodoh dunia itu sampai kita menikah. Sedangkan jodoh akhirat adalah bidadari-bidadari yang akan mendampingi kita di surga. Jodoh dunia yang soleh atau soleha bisa menjadi jodoh akhirat kita. Maka, ikhwan, nikahilah akhwat soleha, dan akhwat, hanya terimalah ikhwan soleh agar kita memiliki jodoh dunia dan akhirat.
3. Apakah kebetulan itu ada? Apa kita bisa merubah takdir? Takdir sama gak sama nasib? Kalau nasib bisa diubah, mengapa Allah sudah menetapkan sebelumnya?
Kebetulan itu tidak ada di dunia ini karena semua telah diatur oleh Allah. Takdir itu berbeda dengan nasib. Takdir kita adalah ketetapan Allah. Tugas kita adalah mengolah segala sesuatu yang Allah berikan atau titipkan kepada kita. Allah menginginkan kita untuk berusaha. Ada empat hal yang dapat mengubah nasib kita, yaitu: berusaha, berdoa, berbaik sangka kepada Allah, dan tawakal.
4. Apa arti BIJAK dan IKHLAS?
Seseorang yang ikhlas itu sudah pasti bijaksana, tetapi orang bijaksana belum tentu ikhlas. Orang yang bijaksana biasanya penyantun, welas asih, dan pemaaf.
5. Mengapa kadang saya susah sekali melupakan masa lalu?
Ikhwah, di dalam surat Ali Imran dijelaskan mengenai ciri manusia yang unggul. Dijelaskan bahwa manusia yang unggul adalah orang yang dapat menahan amarahnya walaupun dia mampu membalasnya. Kemudian adalah orang yang bisa memaafkan kesalahan orang lain. Dan yang utama adalah orang yang dapat melupakan kesalahan orang lain dan membuka lembaran baru yang lebih baik. Apa mamfaatnya mengingat-ingat masa lalu yang buruk? Jadilah pribadi muslim yang unggul, itu jauh lebih baik.
Recent Comments