Fiqunnisa : Ibadah saat haid

22 11 2008

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Arial Narrow”; panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}

Haid adalah perkara biasa yang dihadapi Kaum Hawa. Namun, haid bukan berarti penghalang untuk mendekatkan diri pada Allah. So, ibadah apa yang boleh dilakukan ketika haid?

Haid menurut bahasa berarti “mengalir”, sedangkan secara syar’i adalah darah yang keluar dari bagian dalam rahim wanita pada waktu-waktu tertentu, bukan karena sakit atau terluka, tetapi ia adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah SWT bagi wanita. Jangka waktu haid minimal sehari semalam dan maksimal selama lima belas hari, namun umunya adalah enam atau tujuh hari. Nah, dalam Islam apabila seorang wanita dalam kondisi haid, maka dia ”diharamkan” untuk melakukan beberapa aktifitas ibadah. Aktifitas ibadah yang terlarang/haram dilakukan seorang wanita yang sedang haid adalah:

Shalat

Seorang wanita haid tidak diperkenankan untuk mendirikan shalat, baik shalat wajib maupun sunnah. Bahkan tidak sah apabila tetap dilaksanakan. Sesuai sabda Rasulullah SAW:

Bukankah jika seorang wanita haid tidak shalakami disudan shaum.” (HR. Muslim)

Puasa

Diharamkan seorang wanita berpuasa saat ia haid. Namun, ia wajib mengqadha (mengganti) di lain waktu. Ini sesuai pernyataan ’Aisyah radhiallahu ’anha:

Apabila yang demikian itu (haid) menimpa kami, maka kami disuruh (oleh Rasulullah) mengqadha puasa namun tidak disuruh untuk mengqadha sholat. (HR. Muslim)

Berdiam di Masjid

Keempat Imam Mazhab sepakat, bahwa wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan untuk duduk di masjid. Dalilnya adalah Sabda Rasulullah:

Sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid bagi wanita haid dan orang junub.”(HR. Abu Daud)

Adapun jika seorang melintas di dalam masjid untuk suatu keperluan, maka hal diperbolehkan. Dalilnya, Rasulullah pernah memerintahkan ’Aisyah membawa khumrah (semacam sajadah) yang ada di masjid. Lalu ’Aisyah berkata, ”Sesungguhnya aku sedang haid .” Rasul bersabda, ” Sesungguhnya haidhmu itu bukan berada di tanganmu.” (HR. Muslim)

Bagi muslimah yang sedang haid saat bulan Ramadhan ini tentu kebingungan, ibadah apa ya kira-kira yang adapat dilakukan saat haid di bulan Ramadhan ini? Jangan kecil hati, masih ada aktifitas bernilai ibadah yang dapat dilakukan para muslimah saat haid. Dengan demikian, Ramadhan tetap bermakna meskipun dalam keadaan haid.

PERTAMA, memegang dan membaca Al Qur’an. Masalah ini menjadi perbedaan pendapat diantara ulama. Namun, menurut Syaikh al-islam Ibn Taimiyyah menbahas persoalan ini dalam kitabnya Majmu’ al-FatawaI, jld.26, ms. 191. Menurut kesepakatan para ulama bahwa hadist yang menerangkan bahwa wanita tidak boleh mebaca Al Qur’an saat haid adalah hadist dhoif (lemah). Dengan demikian, wanita yang sedang haid diperbolehkan untuk membaca Al Qur’an.

KEDUA, mendengarkan bacaan Al Qur’an. Wanita haid diperbolehkan untuk mendengarkan bacaan Al Qur’an sambil bersandar di riba Aisyah padahal Aisyah saat itu sedang haid.

KETIGA, membaca kalimat thayyibah. Wanita haid diperbolehkan untuk membaca kalimat-kalimat thayyibah, seperti dzikir, takbir, tahlil, tahmid atau pun doa-doa yang disyariatkan pagi atau pun sore hari (al matsurat). Wanita haid juga diperkenankan untuk membaca buku-buku ilmiah, seperti tafsir, fiqh ataupun hadist.

KEEMPAT, mendengar ceramah. Wanita haid juga diperbolehkan mengdengarkan ceramah, asalkan tidak di dalam tempat sholat. Seperti mendengarkan ceramah di depan TV atau radio. Di dalam kitab Shahih al-Bukhori dan Shahih Muslim, Umm ’Athiah radhiallahu ’anha berkata: ”Rasulullah SAW paernah bersabda menyuruh keluar wanita-wanita dan anak-anak gadis yang berada di dalam rumah kepada shalat dua hari raya (shalat Aidhil Fitri dan hari raya Aidhil Adha) supaya mereka dapat menyaksikan kebiakan dan seruan orang mukmin, dan jauhkanlah wanita haid dari mushalla (tempat lapang shalat Hari Raya).”

About these ads

Actions

Information

9 responses

11 11 2009
hijau-lumut

Alhamdulillah… syukron atas artikelnya… Betul sekali, haid bukanlah menjadi penghalang agar kita bisa dekat dengan-Nya… ^^

18 01 2010
ahdoy

wanita haidh boleh baca al-ma’tsurat? bukannya di situ juga ada ayat al-qurannya ya? hmmm…. gimana tah? boleh?

19 01 2010
mediaislamfsi

boleh-boleh saja bahkan dianjurkan, karena al-matsurat itu hakekatnya adalah kumpulan doa-doa dan zikir. Jadi walaupun kita lagi haid kita masih bisa “mengisi” rukhiyah kita.

10 02 2010
Bebisilvana

Baca Sholawat kepada Untuk Nabi Muhammad setiap waktu bagi kamu saat kapan saja dan dimana saja maka Allah akan naikan Derajat kamu sebagai Wanita,dan memberi kamu pahala yang berlimpah.insya allah amien !!!!

10 02 2010
Bebisilvana

Boleh bersolawat untuk Wanita haid,membaca Sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw. setiap waktu bagi kamu saat kapan saja dan dimana saja maka Allah akan naikan Derajat kamu sebagai Wanita juga memberi kamu pahala yang berlimpah.insya allah amien !!!!

16 08 2010
Diena_Rahmie_Salim

Syukron atas Artikel yang sangat bermanfaatnya…tapi saya masih meragukan dengan Seorang wanita yang sedang haid membaca Al-Qur’an..dlam hati saya masih ragu – ragu…aku masih bingung..mana yang bener??? ini berkata boleh…nah yang lain berkata tidak boleh…aku masih bingung bangeeet…oya aku juga mau tanya…gimana kalau kita masih haid … kita ada acara yang dilakukan dimasjid…nah kebetulan kita jadi panitianya…gimana donk???

13 09 2010
Salma

Sy jg msh ragu ttg pndpt yg mengatakn bahwa blh memegang al-quran ktk haid. Padahal jelas dlm al-quran bahwa. “laa yamassuhu illal muthaharun” jgn menyentuh al-quran kcuali dlm keadaan suci.

3 10 2010
hamba alloh

aslmkm..
apakah bnar wnita yg sdang haid bleh mmegang al qur’an ??
dn apakah bnar wnita yg sdang haid hrus mnjaga rmbut’a agar tdak jtuh dn tdak bleh mlakukan suatu kegiatan yg mmungkinkan rambt jtuh sprti kramas , krena sya prnah mndngar ucpn drii sseorang kta’a bila rambut itu tdak d’jaga dn jtuh mka d’akhirat kelak rmbut itu akan mnjadi pnah yg mnghujam qta ??
jazklah ..

9 01 2011
chiako

kalo lagi melakukan ibadah diatas,apa harus tertutup auratnya? misalny zikir gtu..apa harus pake mukena??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: