Fakultas Ekonomi Universitas (FEUI) Indonesia merupakan impian bagi banyak khalayak muda untuk menjadi bagian di dalamnya. Hampir sebagian besar murid kelas XII (3 SMA) IPS maupun IPA di seluruh Indonesia belajar tekun untuk memperjuangkannya. Belajar tiada henti, doa yang terus mengalir mengiringi usaha yang dijalani untuk menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Setelah segala ikhtiar dilakukan dan kemudian berhasil menembus FEUI perasaan riang, bangga dan haru merajai hati. Kata syukur tiada berhenti diucapkan. Ucapan selamat terus mengalir. Betapa rezeki yang begitu nikmat dan tidak boleh disia-siakan begitu saja.
Sebagai mahasiswa baru, kami tentu saja diwajibkan untuk melakukan pendaftaran ulang dan pemeriksaan kesehatan oleh pihak kampus. Selain itu setiap mahasiswa juga diwajibkan untuk menyanyi di Balairung yang pada akhirnya mereka akan tampil di acara wisuda. Mahasiswa juga diwajibkan untuk mengikuti kegiatan OKK dan OBM dalam rangka orientasi dan pengenalan kehidupan perkuliahan.
Rangkaian acara kampus telah dilalui. Sampailah kami pada rangkaian acara yang telah disediakan oleh panitia OPK. Serangkaian acara yang begitu panjang dan melelahkan. Namun akan menjadi kenangan yang tidak dapat dilupakan.
Proses OPK di mulai, para mahasiswa baru (maba) dikumpulkan untuk bertemu dengan teman-teman satu kelompok mentor mereka. Kemudian para peserta OPK dihadiahkan sejumlah tugas dan harus membuat name tag dengan ukuran yang telah dirancang khusus oleh panitia acara OPK. Sejumlah peraturan khas OPK pun diumumkan, mulai dari bagaimana cara berpakaian di saat OPK, apa saja yang harus di bawa saat OPK, apa saja yang tidak boleh dibawa dan berbagai hal lain yang tentu khas OPK.
Sempat tersirat mengapa setelah bekerja keras untuk dapat menembus FEUI harus disambut dengan hal-hal seperti ini? Tugas essay yang menumpuk membuat jadwal tidur berubah, makan tidak teratur, fisik terus diforsir untuk bisa melaksanakan semua tugas sampai selesai. Sesungguhnya semua itu hanyalah simulasi. Saat sudah menjalani kehidupan di FEUI maka akan sering terjadi hal-hal yang seperti itu. Baik akibat dari tugas kuliah yang begitu banyak maupun karena tanggung jawab sebagai panitia suatu acara. Kurang lebih apa yang kami “mainkan” di OPK seolah mempresentasikan kehidupan di FEUI dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan.
OPK pun berakhir, kesibukan selanjutnya bagi para mahasiswa baru yaitu mencari, memilih dan mengikuti berbagai kegiatan Open Recruitment kepanitiaan. Pencarian oleh para maba biasanya dilakukan dengan melihat-lihat setiap mading yang ada di gedung A maupun di gedung B kampus FEUI. Memilih kira-kira kepanitiaan apa yang sesuai dengan minat. Divisi atau biro apa yang sesuai dengan kompetensi dan track record mereka.
Saat sudah menemukan pilihan yang pas lalu kami beranikan diri untuk mendaftar dan menunggu sms oleh panitia untuk melakukan interview. Rasa resah dan gelisah muncul saat menunggu giliran interview. Terus memikirkan pertanyaan apa saja yang akan diberikan nanti. Tentang analisis SWOT, apakah harus jujur atau berbohong. Sungguh menegangkan dan membuat penasaran.
Mengikuti kepanitiaan sebenarnya memberikan banyak nilai tambah. Kehidupan dalam menjalankan suatu kepanitiaan menggambarkan bagaimana situasi kerja nanti. Kepanitian juga merupakan tempat untuk memperluas jaringan pertemanan, mengajarkan tentang bagaimana bersosialisasi satu sama lain. Di sini kita juga belajar bagaimana menjadi pemimpin yang dapat melihat berbagai peluang kedepan, memotivasi saat teman temannya mengalami demotivasi kerja, memecahkan masalah bersama yang terjadi di internal kepanitiaan maupun eksternal kepanitiaan, dan membuat berbagai keputusan penting. Pengalaman yang tak akan didapat apabila tidak ikut kepanitiaan.
Banyak organisasi yang terdapat di FEUI yang dapat dipilih oleh mahasiswa. Masing-masing organisasi memiliki budaya mereka masing-masing. Memiliki standar operasional prosedur masing masing. Memiliki keunikan dan ciri khas. Tidak ada paksaan bagi kita untuk mengikuti atau tidak mengikuti berbagai kepanitian dan organisasi tersebut. Kita, sebagai mahasiswa yang cerdas tentunya akan membuat pilihan yang bijak dengan mempertimbangkan baik-buruknya. InsyaAllah.
-DiPu-















Recent Comments